Ekspor Bungkil Kelapa Sawit

Diekspor ke Vietnam,Kesehatan di Cek Kementan Pasca suksesnya ekspor perdana bungkil kelapa sawit/Palm Kernel Expeller (PKE) asal Nunukan yang dilakukan pada Mei lalu, Kementan melalui Barantan kembali melepas ekspor 3.300 ton bungkil kelapa sawit asal Sebuku, Nunukan senilai Rp 3,45 miliar tujuan Vietnam. Kementerian Pertanian (Kementan) mendorong pemanfaatan limbah produk pertanian untuk mengisi pasar ekspor. Untuk itu, Badan Karantina Pertanian (Barantan) melakukan penjaminan kesehatan dan keamanan terhadap limbah produk pertanian yang diminati pasar ekspor. dijelaskan karantina pertanian memastikan produk ekspor tersebut bebas dari hama atau serangga yang menjadi target negara tujuan dengan perlakuan berupa fumigasi. Kementan terus lakukan giat ekspor untuk dorong akselerasi ekspor komoditas pertanian Indonesia, dan sesuai persyaratan Phytosanitary Certificate (PC) dari negara tujuan, sebelum diekspor bungkil sawit ini dilakukan fumigasi terlebih dahulu. Fumigasi merupakan cara untuk mengeradikasi hama menggunakan Fumigan, dan sesuai permintaan negara tujuan yaitu Vietnam, fumigasi menggunakan bahan aktif Phospine (PH3) dengan konsentrasi 2 g/m3. Ini adalah kali kedua ekspor bungkil kelapa sawit yang merupakan komoditas pertanian asli asal Nunukan. Diharapkan...
Read More